Bunda Anak Harapan Bangsa: Target Kita Zero Anak Putus Sekolah
April 13, 2017
SultengEkspres (623 articles)
0 comments
Share

Bunda Anak Harapan Bangsa: Target Kita Zero Anak Putus Sekolah

Palu, SultengEkspres.com – Bunda Anak Harapan Bangsa Hj Zalzulmida Aladin Djanggola SH CN memastikan pada awal tahun ajaran baru pada bulan Juni 2017, jumlah pendaftar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sulteng mencapai 3000-an siswa. Bila sebelumnya di bulan Maret jumlahnya berkisar 1300 siswa. Hal ini disampaikan Zalzulmida dihadapan masyarakat tani di Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Rabu 12 April 2017.

Tingginya animo di SMK ini terkait dengan dibuka program pemerintah pusat bagi siswa putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya khusus ke sekolah kejuruan melalui Instruksi Presiden no 23 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK.

Ide awalnya digagas oleh Zalzulmida yang kini diserap menjadi program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional. Lahirnya ide itu karena keprihatinan Zalzulmida terhadap tingginya angka putus sekolah di Sulteng. Sementara Indonesia harus bersiap menghadapi bonus demografi 2035 dimana pada tahun itu jumlah penduduk berusia produktif akan sangat banyak. “Bila kita siapkan anak-anak usia produktif ini dari sekarang maka kita tak akan menikmati hasil bonus demografi, kita akan menjadi negara yang kuat. Tetapi kalau tidak maka sebaliknya bonus demografi akan menjadi bencana bagi Indonesia,” tandas Zalzulmida.

Berkat ide bernasnya, Zalzulmida diganjar sebutan “Bunda Anak Harapan Bangsa”  oleh Negara melalui Menteri Pendidikan yang datang khusus menyematkan PIN kepada Zalzulmida beberapa waktu lalu.

Kepada masyarakat tani di Donggala, ibu dua orang putera dan dua orang cucu ini mengajak mereka untuk segera mendaftarkan anak-anak mereka yang putus sekolah ke SMK terdekat. Atau melapor ke Dinas Pendidikan di Provinsi Sulteng.  “Sekolah ini gratis. Negara yang akan membiayainya,” ujarnya.

Alumnus Sarjana Hukum Universitas Indonesia ini mengatakan begitu anak-anak terdaftar di SMK, nama mereka langsung terkirim ke data Kementerian Pendidikan Nasional. “Siswa akan mendapatkan Kartu Indonesia Pintar yang menjadi program Presiden Jokowi,” kata dia.

Sekolah Menengah Kejuruan ini diharapkan mampu menghasilkan output yang bisa menjawab kebutuhan SDM di masyarakat. SMK ini akan dilaksanakan berdasarkan kebutuhan Sulteng. Ada jurusan Perikanan, Pertanian dan Pariwisata. Juga pertambangan, selain SMK yang sudah berdiri saat ini dengan jurusannya, mekanik dan lain-lain.

Ketiga jurusan di atas sesuai dengan kondisi kebutuhan masyarakat Sulteng yang kaya akan sumber kelautan dan perikanan serta daerah agraris. Nantinya siswa akan lebih banyak langsung belajar di lapangan. “30 persen di dalam kelas dan 70 persen menimbah ilmu terjun langsung di lapangan,” sebut politisi perempuan yang menjadi Ketua Komisi IV, DPRD Sulteng ini.

Apalagi Sulteng memiliki Kawasan Ekonomi Khusus di Palu dan Morowali yang tentunya membutuhkan tenaga kerja siap pakai. “Lulusan SMK ini nanti adalah tenaga siap pakai. Kalau tidak bekerja pada perusahaan, maka minimal mereka bisa membuka lapangan kerja untuk mereka sendiri,” hemat istri Gubernur Longki Djanggola ini.

Zalzulmida yakin tak akan ada lagi anak putus sekolah di Sulteng nantinya. ” Kita targetkan zero putus sekolah,” katanya, yakin. (aaa)

SultengEkspres

SultengEkspres

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *