Ini Inti Pidato Gubernur Longki pada HUT ke-53 Provinsi Sulawesi Tengah
April 13, 2017
SultengEkspres (623 articles)
0 comments
Share

Ini Inti Pidato Gubernur Longki pada HUT ke-53 Provinsi Sulawesi Tengah

Palu, SultengEkspres.com – Tepat pada Kamis, 13 April 2017, Provinsi Sulawesi Tengah genap berusia 53 tahun. Di usia paruh baya ini sudah banyak yang dicapai, namun masih ada bengkalai. Ini juga tahun kedua di periode kedua Gubernur Longki.

Untuk menuju Sulawesi Tengah yang maju, mandiri dan berdaya saing masih banyak yang harus dikerjakan dan dilalui. Berikut iktisar Pidato Gubernur Longki Djanggola pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Provinsi Sulawesi di Halaman Kantor Gubernur, Kamis, 13 April 2017:

Kemajuan-kemajuan yang telah dicapai oleh Provinsi Sulawesi Tengah di usianya yang ke-53 dapat dilihat dari beberapa komponen indikator pembangunan, yaitu:

  • Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2016 sebesar 9,98 persen, dan merupakan pertumbuhan ekonomi tertinggi baik di kawasan Sulampua maupun tingkat N
  • PDRB perkapita Sulawesi Tengah meningkat signifikan dari Rp31,88 juta pada 2014 menjadi Rp37,46 juta pada 2015.
  • Perkembangan inflasi Provinsi Sulawesi Tengah yang direfleksikan dengan inflasi Kota Palu selama periode 2014-2016 cenderung menurun. pada 2014 laju inflasi Kota Palu sebesar 8,85 persen, turun menjadi 4,17 persen pada 2015. pada 2016, inflasi Kota Palu dapat ditekan ke angka 1,49 persen.
  • Indeks GINI Provinsi Sulawesi Tengah pada Maret 2016 sebesar 0,362 poin, menurun menjadi 0,347 poin pada September 2016. Capaian indeks GINI tersebut lebih rendah dibandingkan dengan indeks gini nasional sebesar 0,394 poin. Artinya bahwa, kesenjangan pendapatan individu di Provinsi Sulawesi Tengah lebih rendah dibandingkan nasional. Namun demikian Pemerintah Daerah saat ini dan kedepan tetap selalu memprioritaskan program, dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan memberikan kemudahan akses terhadap kegiatan ekonomi dan pelayanan dasar, dalam mengurangi ketimpangan tersebut.
  • Tingkat kemiskinan Sulawesi Tengah mengalami penurunan, yaitu dari 14,45 persen pada Maret 2016 menjadi 14,09 persen di September 2016. Meskipun mengalami penurunan, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan presentase kemiskinan nasional pada periode yang sama, yaitu sebesar 10,70 persen. karena itu, maka salah satu agenda utama pembangunan daerah kedepan dilaksanakan melalui program pemberdayaan ekonomi rakyat, terutama yang berkaitan langsung dengan masyarakat miskin.
  • Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sulawesi Tengah jauh dibawah TPT N TPT Provinsi Sulawesi Tengah pada 2016 sebesar 3,29 persen turun sebesar 0,81 persen dibandingkan 2015 yang sebesar 4,10 persen.
  • Dilihat dari kualitas infrastruktur umum daerah, Provinsi Sulawesi Tengah, masih dibawah rata-rata nasional sebesar 0,42 poin. oleh karena itu, maka fokus pembangunan daerah ke depan salah satunya akan diarahkan untuk membenahi infrastruktur.
  • Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Sulawesi Tengah, masih berada dibawah rata-rata nasional sebesar 2,79 poin. Dalam keyakinan ini Pemerintah Daerah diwajibkan untuk lebih serius didalam pembangunan kesehatan maupun pendidikan.
  • Untuk melihat kemampuan daya saing daerah, maka berdasarkan hasil penelitian National University of Singapore, Sulawesi Tengah menempati peringkat ke-20 pada 2015 menjadi peringkat ke-14 pada 2016 dari 34 provinsi di indonesia. kondisi ini telah membawa daya saing Sulawesi Tengah di urutan ke-3 dalam kawasan Regional Sulawesi, Maluku dan Papua serta Nusa T
  • Dalam hal reformasi birokrasi, pada 2016, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan RI. Hasil penilaian ini menunjukan keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam hal pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran pemerintah.

Berdasarkan capaian tersebut, dan sejalan dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sulawesi Tengah 2017, telah disepakati tema pembangunan kita pada 2018, adalah ”Meningkatkan Daya Saing Daerah melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Penguatan Mutu Modal Manusia.” Tema ini memiliki makna yang sangat strategis bagi perencanaan pembangunan Sulawesi Tengah, sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Sulawesi Tengah 2005-2025 tahap ketiga, yang menekankan pada 3 agenda utama pembangunan, yaitu (1) Peningkatan kualitas sumberdaya manusia, (2) Perbaikan daya saing daerah, dan (3) Pemantapan jaringan infrastruktur.

Karenanya, tema hari ulang tahun ke-53 Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu ”Pembangunan Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan menuju Tercapainya Sulawesi Tengah yang Maju Mandiri dan Berdaya saing.” (jgb)

SultengEkspres

SultengEkspres

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *