Penambang Hengkang, Penertiban Berlangsung Aman
September 1, 2016
SultengEkspres (623 articles)
0 comments
Share

Penambang Hengkang, Penertiban Berlangsung Aman

POSO, SULTENG EKSPRES – Setelah beberapa hari melakukan sosialisasi, baik melalui selebaran maupun imbauan langsung kepada para penambang, Kamis, 1 September 2016, tim gabungan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, TNI Angkatan Darat, Satuan Polisi Pamong Praja dan Kepolisian Kehutanan melakukan penertiban di areal penambangan Dongi-dongi, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Tidak kurang 5000 penambang yang dilaporkan berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu itu, saat penertiban tidak lagi berada di lokasi.

Rupanya mereka lebih memilih meninggalkan lokasi tinimbang bentrok dengan tidak kurang 1000 aparat keamanan yang diterjunkan dalam penertiban ini.

Sebelumnya sejumlah anggota Bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat dari Kepolisian dan juga Bintara Pembina Desa dari Pos TNI Angkatan Darat setempat mengimbau dan meminta masyarakat yang masih berada di lokasi segera meninggalkan tempat.

Di pintu masuk area sudah dipasangi papan peringatan bahwa lokasi tambang tersebut sudah ditutup. Sebuah alat berat disiapkan untuk membuka jalan menuju lokasi.

Rencananya lubang bekas galian akan ditimbun menggunakan alat berat kemudian ditanami pohon kembali.

Kepala Polda Sulteng Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi menyatakan kesyukurannya karena penertiban berlangsung aman dan lancar.

“Sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi, setelah itu kemudian mengeluarkan maklumat yang dipasang dimana-mana. Kita lihat hari ini, para penambang sudah tidak ada lagi. Saya bersyukur dan bangga kepada masyarakat khususnya para penambang sudah taat terhadap hukum,” kata mantan Kapolres Poso ini.

Untuk menyelesaikan secara serius permasalahan ini, Kapolda bersama Gubernur Sulteng Longki Djanggola berencana akan segera menghadap Menteri Kehutanan RI untuk meluruskan tentang batas lahan yang digunakan sebagai areal tambang.

Untuk mencegah datangnya kembali para penambang nakal ke lokasi pertambangan, Kapolda Rudy menempatkan kurang lebih 55 anggota tim gabungan.

“Kami akan melakukan penjagaan di wilayah ini, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Karena apabila kami tentukan pada tanggal berapa, masyarakat pasti akan muncul dan berdatangan lagi,” tandas Rudi.

Dari pantauan SultengEkspres.com di lokasi tambang, tak ada satupun penambang yang bertahan di lokasi. Di lokasi hanya terlihat lubang bekas galian dan gubuk-gubuk yang dibangun penambang sebagai tempat tinggal mereka selama melakukan aktifitas pertambangan. (PIN)

SultengEkspres

SultengEkspres

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *