Gubernur Longki Terima Penghargaan Dirjen Perkebunan
March 16, 2017
SultengEkspres (664 articles)
0 comments
Share

Gubernur Longki Terima Penghargaan Dirjen Perkebunan

PALU, SULTENGEKSPRES — Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. H. Longki Djanggola, M.Si menerima penghargaan dari Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI, Ir. Bambang, MM Kamis, 16 Maret 2017 di Ruang Polibu, Kantor Gubernur. Penghargaan itu diberikan atas peran aktif Gubernur dalam pengembangan Kakao berbasis desa binaan.

Pemberian penghargaan ini merupakan rangkaian dari Rapat Koordinasi dan Konsultasi Pembangunan Perkebunan Provinsi Sulawesi Tengah. Dirjen Bambang, Gubernur Longki, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Dr. Ir. Bunga Elim Somba, MSc., dan Kadis Perkebunan dan Peternakan Ir Nahyun Biantong, M.Si menjadi narasumber pertemuan itu.

Untuk diketahui Sulawesi Tengah memiliki luas wilayah daratan 61.849.29 kilometer persegi. Sedang perairan laut tiga kali luas daratan atau 193.923.75 kilometer persegi. Dari luas daratan tersebut, tercatat lahan perkebunan seluas 681.685 hektare atau 12,36 persen. Sementara untuk penggunaan lahan pertanian hanya seluas 168.250 hektare atau 2,66 persen.

Karenanya, Gubernur Longki menginginkan peningkatan anggaran yang terus bertambah khusus di sektor perkebunan guna mendapatkan hasil yang maksimal.

“Saya berharap kuantitas dan kualitas serta nilai tambah produk perkebunan dapat meningkat sebagaimana yang kita harapkan. Karena tujuan pembangunan perkebunan tersebut tidak mungkin bisa kita capai hanya melalui APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota. Olehnya kita sangat mengharapkan juga dukungan anggaran yang memadai dari Pemerintah Pusat,” pinta Longki.

Longki memaparkan bahwa Provinsi Sulawesi Tengah memiliki lahan Kakao terluas di Indonesia. Provinsi ini juga memiliki komoditas perkebunan unggulan lainnya seperti Kelapa Dalam, Kelapa Sawit, Cengkeh dan Kopi. Pengelolaan secara komprehensif untuk mencapai produksi komoditas yang berkualitas mutlak diperlukan.

Untuk itu, ia mengimbau agar para pelaku usaha di bidang perkebunan didukung Pemerintah setempat dan Dinas terkait bisa menerapkan teknologi, perbaikan manajemen kelompok tani, dan membangun kemitraan dengan industri dan pedagang besar, sehingga ekspor komoditas perkebunan dapat meningkatkan pendapatan petani.

“Ke depan kita akan memprioritaskan perbaikan infrastruktur sektor perkebunan berupa alat mesin perkebunan, jalan produksi, jaminan hak atas tanah, dan ketersediaan air untuk perkebunan,” sebut Kepala Daerah yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini.

Hadir dalam acara ini Para Bupati/Walikota se-Sulawesi Tengah yang menyampaikan beberapa kendala yang dialami di lapangan. Rata-rata masalah yang dialami adalah di bidang perbenihan dan harga jual komoditas yang dianggap terlalu rendah nilainya.

Ir. Bambang, MM, menjawab lugas penyampaian Gubernur dan Bupati serta Walikota itu dengan memastikan bahwa hal itu akan menjadi pertimbangan dan dan bahan evaluasi Kementerian Pertanian RI. Ia juga memberi solusi kepada para Bupati agar dapat menyediakan lahan guna pembenihan bibit yang berkualitas dan bersertifikat. Dengan tujuan meminimalisir bibit yang buruk diterima petani selama ini dari pihak yang tidak jelas.

“Ketersediaan benih dapat terwujud dengan cukup menyediakan 5 hektare saja. Kami akan mendukungnya agar daerah dapat mandiri dalam perbenihan tanpa perlu ketergantungan dari Jember atau Manado,” kata dia.

Dirjen Perkebunan juga berharap Kakao produksi Sulawesi Tengah didorong tidak hanya menjadi komoditas mentah, tetapi menjadi barang olahan yang lebih bernilai ekonomi tinggi. (RIL/JGB)

SultengEkspres

SultengEkspres

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *