Gubernur Protes Sulteng Dituding sebagai Pusat Radikal Islam
May 17, 2017
SultengEkspres (664 articles)
0 comments
Share

Gubernur Protes Sulteng Dituding sebagai Pusat Radikal Islam

Palu, SultengEkspres.com – Pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Aminuddin Ma’ruf bahwa Sulawesi Tengah adalah pusat gerakan radikal Islam dan menentang NKRI akhirnya menuai kecaman.

Pernyataan itu dilontarkannya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Kongres Nasional ke-XIX PB PMII di Masjid Agung Darussalam, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/5/2017).

Aminuddin Ma’ruf berbicara di hadapan Presiden Joko Widodo, sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Gubernur dan Bupati se-Sulteng serta ratusan peserta Kongres PMII.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola sendiri pun langsung melayangkan protes kepada sejumlah alumni dan kader PMII.

“Apa maksudnya bicara seperti itu? Dia tahu dari mana dan apakah ada datanya bahwa Sulawesi Tengah adalah pusat radikal Islam dan pusat gerakan menentang NKRI,” tukas Longki Djanggola.

Gubernur yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini menyayangkan bahwa pernyataan yang tidak mutual itu dilontarkan oleh intelektual muda Islam seperti Ma’ruf.

“Dia mesti mesti membaca sejarah bagaimana syiar Islam dibawa ke Sulteng oleh ulama-ulama dari Minangkabau seperti Dato Karamah sejak abad ke-17. Lalu kemudian berdatangan pula syech-syech dari Yaman sesudahnya,” imbuh dia melalui pesan di jejaring media sosial Whatsapp, Rabu (17/05/2017)

Olehnya, Gubernur Longki Djanggola meminta agar Ketua Umum PB PMII Aminuddin Ma’ruf meminta maaf secara terbuka atas pernyataannya yang melukai hati masyarakat Sulawesi Tengah itu.

“Sudah sepatutnya, Ketua Umum PB PMII meminta maaf atas pernyataannya yang melukai perasaan masyarakat Sulteng secara umum itu dan secara khusus melukai hati umat Islam di Sulawesi Tengah,” tandas Longki.

Gubernur juga meminta agar kader PMII dan Majelis Ulama Indonesia Sulteng turut melayangkan protes mereka.

Seperti yang sudah dilansir sejumlah media, Aminudin Ma’ruf menyebut bahwa di wilayah Palu, Tanah Tadulako banyak gerakan radikal.

Kata dia, “Pak presiden kami sengaja laksanakan kongres di Tanah Tadulaku bertema meneguhkan konsensus bernegara untuk Indonesia berkeadaban. Tanah ini pusat radikal Islam. Di tanah ini pusat dari gerakan menentang NKRI, PMII sengaja membuat Kongres di tanah ini untuk membuktikan jika ada PMII tidak sejengkal tanah pun PMII mundur untuk mereka yang mau mengubah Pancasila dan mengancam NKRI. Tapi sebelum kami maju ada Pak Tito yang maju duluan, ada kakak Banser. Kalau Pak Tito sudah kalah baru PMII maju.”

Sekarang pernyataannya yang sempat diberi tepuk tangan dan derai tawa oleh peserta Kongres itu kini menuai kecaman dari sejumlah kalangan. Ibarat kata tetua-tetua kita, “karena mulut badan binasa” itulah yang dialami oleh Aminuddin Ma’ruf kini. (jgb)

SultengEkspres

SultengEkspres

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *