Palu, Kota dengan Empat Hari Kelahiran
September 24, 2016
SultengEkspres (664 articles)
0 comments
Share

Palu, Kota dengan Empat Hari Kelahiran

SABTU, 24 September 2016 sekira pukul 19.30 Waktu Indonesia Tengah, Festival Pesona Palu Nomoni resmi digelar. Walikota Palu Hidayat meniati Festival ini akan membuat Kota ini tersohor di mancanegara.

Pada Selasa, 27 September 2016, Kota ini memeringati hari jadinya yang ke-38. Ulang tahun itu dihitung dari diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978 tentang Pembentukan Kota Administratif Palu. Mendiang Kisman Abdullah kemudian diangkat menjadi Walikota Administratif Palu.

Lalu, berdasar Undang-Undang Nomor 4 Tanggal 12 Oktober 1994, Kota Administratif berubah menjadi Kotamadya. Menteri Dalam Negeri Yogi S. Memet yang meresmikannya kala itu. Ia kemudian melantik Rully Lamadjido sebagai walikotanya.

Pada 1796, Dewan Adat Patanggota melantik Raja Palu bergelar Pue Nggari yang dikenal pula dengan nama Siralangi. Ia memerintah Kerajaan Palu hingga 1805.

Kota Palu terletak memanjang dari timur ke barat disebelah utara garis katulistiwa. Terletak pada koordinat 119°46′ – 120°02′ Bujur Timur dan 0°38′ – 0°56′ Lintang Selatan. Luas wilayahnya 395,06 kilometer per segi. Letaknya di Teluk Palu dikelilingi pegunungan. Kota Palu berada di ketinggian 0 – 2500 m dari permukaan laut. Kondisi topografis datar hingga pegunungan. Jumlah penduduknya berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2015 sebesar 367. 342 jiwa.

Saya menyebut Palu sebagai kota dengan empat hari kelahiran. Kota dengan empat hari ulang tahun.

Kenapa bisa? Induk semang saya saat kuliah selalu bilang, “saya lahir di Kota Palu, sesuai kartu tanda penduduk saya. Saya lahir tahun 1950. Jadi saya lebih tua daripada umur kota ini. Bagaimana bisa ini.”

Perbincangan saya dengannya berlangsung pada 1995. Berarti saat itu usia Kota Palu baru 21 tahun. Dirinya sudah berumur 45 tahun.

Pernyataan induk semang saya itu menggelitik pikiran hingga kini.

Bila dihitung dari diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978 tentang Pembentukan Kota Administratif Palu, kota ini memang baru berulang tahun yang ke-38.

Kemudian bila mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tanggal 12 Oktober 1994 tentang pembentukan Kotamadya, maka Kota ini baru berusia 22 tahun.

Nah, bila pelantikan Raja pertama Kerajaan Palu pada 1796 dijadikan dasar maka kota yang kita cintai ini sudah berumur 220 tahun.

Adapula peristiwa historis yang bisa menjadi rujukan. Pada 1942, kekuasaan Pemerintahan Belanda di Indonesia diambil alih oleh Jepang. Pada masa Perang Dunia II ini, kota Donggala yang kala itu menjadi ibukota Afdeling Donggala dihancurkan pasukan Sekutu dan Jepang. Pusat pemerintahan pun dipindahkan ke kota Palu pada 1950.

Saat itu, di Kota Palu berkedudukan Kepala Pemerintahan Negeri setingkat Wedana. Kota ini menjadi bagian wilayah daerah Sulawesi Tengah yang berpusat di Kabupaten Poso. Dasarnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950. Kota Palu kemudian mulai berkembang setelah diangkatnya Koordinator Residen Sulawesi Tengah pada 1957. Kota Palu ditetapkan sebagai Ibukota Karesidenan.

Kalau kita merujuk pada peristiwa itu, maka kota ini lahir sebagai pusat pemerintahan pada 1950. Artinya bila itu dijadikan acuan, kita sekarang akan merayakan ulang tahun Kota Palu yang ke-66 tahun. Sedang, 1957 bisa kita abaikan karena pada dasarnya sama dengan penentuan kedudukan KPN.

Saya punya dugaan, mengapa 1978 dijadikan sebagai patokan menghitung usia Kota Palu. Latar belakang para birokrat yang terbiasa berpikir administratif dan formal-lah jadi soalnya.

Tidak usah lagi mengulik rujukan sejarah. Susah dan lama lagi waktunya. Maka, apa yang sudah di depan mata langsung dijadikan patokan.

Dan jadilah kita kini merayakan hari ulang tahun Kota Palu yang ke-38 nanti pada 27 September 2016.

Anda juga mau merayakannya? Silahkan. Saya sendiri lebih memilih mengucapkan: Selamat Hari Jadi Kota Palu yang ke-220 tahun. ***.

SultengEkspres

SultengEkspres

Comments

No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write comment

Your data will be safe! Your e-mail address will not be published. Also other data will not be shared with third person. Required fields marked as *